Voluntrip Kitabisa: Angkot, Yel-Yel, dan Kerajinan Tangan
Cr: TikTok.com/@tweeelf
Pagi menjelang siang ini, aku akan mengikuti Voluntrip Kitabisa untuk mengajar membuat celengan dari botol bekas air minum di daerah Ragunan. Tepatnya di TKQ Ath-Thoyyibah, Ragunan, Jakarta Selatan.
Seluruh relawan diinformasikan untuk bertemu di kantor Kitabisa yang berada di Jakarta Selatan sebelum berangkat bersama-sama menuju ke TKQ Ath-Thoyyibah untuk bertemu dengan anak-anak yang akan kita ajar.
Sebelumnya, sudah dibagi menjadi 3 kelompok untuk mengajar anak-anak yang berada di kelas yang berbeda, yaitu kelompok kelas 0-2, kelas 3-4, dan kelas 5-6.
Aku sendiri kebagian mengajar anak-anak yang berada di kelas 5-6. Masing-masing kelompok terisi 10 relawan yang akan mengajar anak-anak.
Jujur, aku sedikit takut karena aku datang sendirian, tapi aku mencoba untuk memberanikan diri dan berlatih berbas-basi dengan orang baru.
Permasalahan orang introvert yang takut bertemu orang baru.
Untuk menuju kanto Kitabisa, aku memilih menggunakan transportasi umum MRT dan lanjut memesan Gojek.
Sebenarnya bisa menggunakan Transjakarta, tapi karena takut macet dan lama. Aku lebih memilih naik MRT.
Setelah sampai di kantor Kitabisa, aku langsung disuruh masuk oleh satpam disana. Menunggu didalam kantor karena ada tempat duduk dan ber-ac karena cuaca saat hari itu sangat amat panas.
Saat masuk, ternyata aku orang pertama yang datang, belum ada siapa-siapa. Jadi, sembari menunggu yang lain, aku memainkan handphone.
***
Setelah seluruh relawan Voluntrip Kitabisa berkumpul semua dan berkenalan, kita langsung menuju TKQ Ath-Thoyyibah dengan menaiki angkot yang telah disewa oleh panitia Kitabisa.
Terdapat 3 angkot yang disewa, dimana diisi oleh 3 kelompok yang sebelumnya telah dibagi.
Oh iya, di Voluntrip kali ini ada content creator yang turut ikut menjadi relawan.
Ada Aisyah Qolqolah, ka Denias, Ikhsan, dan Uno. Sebenarnya seharusnya ada Ganta juga, tapi dia berlahangan ikut.
Mereka disebar di 3 kelompok tersebut, dimana aku sekelompok dengan kak Denias.
Selama diperjalanan, kami berdiskusi untuk membuat yel-yel untuk lomba yel-yel yang akan dilakukan bersama adik-adik nanti.
Beberapa menit kemudian kita sampai di TKQ Ath-Thoyyibah, sekali lagi kita berkenalan dengan adik-adik yang akan kita ajar. Setelah itu berkumpul dengan kelompok kelas untuk membuat kerajinan tangan.
Mulailah acara mengajarkan adik-adik untuk membuat kerajinan tangan yaitu celengan dari botol minuman.
Kami mulai mengajarkan mereka dari memotong botol dan menyatukannya kembali sehingga menjadi sebuah celengan.
Adik-adik diberi pilihan ingin membuat celengan dengan bentuk apa, seperti bentuk hewan ayam dan babi.
Fokus mengajarkan mereka, aku sedikit bingung sebenarnya karena tutorial yang aku lihat berbeda dengan apa yang diajarkan oleh relawan lainnya.
Tapi, aku mencoba mempelajari hal tersebut kemudian mengajarkannya pada adik-adik.
Ada salah satu siswi yang sedikit "bawel" dan merasa dia kurang kreatif, sehingga aku mencoba meyakinkan dia bahwa hal tersebut tidak apa-apa.
Ingin membuat celengan yang simple juga tidak masalah. Sehingga dia mau melanjutkan membuat celengan.
Selama mengajar, kami sesekali mengobrol untuk saling mengenal. Kami juga bercanda untuk mencairkan suasana dan membuat adik-adik merasa bahagia.
Selain itu, kami juga memberitahukan tentang yel-yel yang sebelumnya dibuat pada adik-adik agar mereka hapal.
***
Selesai membuat kerajinan tangan tersebut, kami diberitahukan untuk menuju ke tempat dimana hasil karya tangan adik-adik akan ditunjukkan.
Kelompok aku menjadi yang terakhir datang, karena proses membuat celengan yang lumayan sulit ternyata.
Setelah duduk sesuai dengan kelompoknya, setiap kelompok disuruh untuk maju menampilkan hasil karya kerajinan tangan dan juga yel-yel.
Kemudian, kami membagi-bagikan hadiah untuk para adik-adik dan berfoto bersama.
Sebelum acara benar-benar selesai, kami juga membagikan makanan untuk adik-adik dan para relawan yang telah ikut Voluntrip Kitabisa.
***
Jujur, ikut Voluntrip Kitabisa ternyata semenyenangkan itu.
Meskipun bertemu orang-orang baru, tapi mereka semua baik-baik banget. Meskipun ada yang datang bersama temannya, tapi ada juga yang datang sendirian kayak aku.
Tapi, ngga perlu takut karena kakak-kakak panitianya baik banget, teman-teman relawan juga pada baik-baik. Jadi kita ngga merasa sendirian.
Saat pulang, kakak-kakak panitianya memastikan seluruh relawan yang ikut Voluntrip pulang dengan aman dan selamat.
Ini pengalaman Voluntrip paling menyenangkan si yang pernah aku ikuti.
Bertemu orang baru, adik-adik, dan teman baru ternyata tidak semenakutkan itu bagi aku yang intorvert.
Oh iya, kamu yang tertarik untuk ikut Voluntrip ini bisa pantau terus akun Instagram Voluntrip Kitabisa.com dan mendaftar Voluntrip.
Nanti cara daftarnya aku share di blog aku ini yaa (jadi tungguin tulisan aku selanjutnya).
Sekian untuk cerita hari ini, terima kasih telah membaca tulisan aku.
I yellow U!!!
Komentar
Posting Komentar