Masa SMA Part 1: Ospek

Hai, selamat datang di blog aku. 

Kali ini, aku mau membagi cerita tentang masa-masa SMA aku dan menceritakan karakter dan sifat-sifat temanku. Mereka teman-teman yang membuat masa SMAku sangat indah dan memorable.

Awal pertama kali aku menginjak bangku SMA itu banyak dramanya. Pas daftar untuk memilih SMA, kartu keluargaku bermasalah, jadi aku harus memperbaikinya dulu. Tapi, Papaku itu salah satu orang yang ngga suka hal ribet. Papaku nyuruh ngga usah sekolah, karena ngurus KK-nya jauh di Jakarta Utara, sedangkan aku saat itu tinggal di Jakarta Barat. 

Untungnya masih ada Mama aku dan Tante aku yang mau bantu mengurus KK. Sehingga aku bisa lanjut sekolah. 

Aku daftar SMA bener-bener sendirian, ngga di dampingi ortu, karena saat itu orang tuaku sedang marahan. Jadi, terpaksa aku daftar sendiri, datang ke sekolah sendiri dan memilih jurusan sendiri:). Mama harus berjualan, dan aku tidak berani meminta Papa untuk menemaniku karena seperti yang aku bilang sebelumnya, Papa ngga suka keribetan.

H-2 sebelum mos atau ospek, sekolah mengadakan pertemuan untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan selama ospek berlangsung. Aku telat datang:(. Teman-temanku sudah berbaris dan salah satu guru sedang memanggil nama-nama siswa baru untuk masuk ke barisan yang akan menjadi kelasnya nanti.

Saat sampai depan gerbang, ada kakak kelas yang bertugas sebagai osis ospek mengarahkan aku untuk langsung berbaris di belakang dan menunggu namaku dipanggil.

Aku bersyukur karena namaku baru disebut beberapa saat setelah aku berbaris dibarisan belakang. Aku senang ketika tahu aku sekelas dengan beberapa temanku yang pernah satu SMP denganku. Jadi, aku tidak perlu berbasa basi dengan siswa lainnya demi mendapat teman.

•••

H-1 ospek aku menyiapkan barang-barang yang harus aku bawa, tapi aku ada masalah sedikit. Makanan dan minuman yang disuruh bawa itu namanya aneh-aneh, kita sebagai peserta ospek harus mencerna dan mencari arti dari makanan dan minuman yang disuruh oleh kakak osis. 

Ada satu minuman yang bener-bener aku tuh ngga tahu kalau minuman itu ternyata dijual belikan. Mau tau nama minumannya? Nama minumannya itu "minuman sekolah kita", aku mikit keras banget, minuman apaan si itu? 

Oh iya, nama sekolah aku itu "17". Akibat aku udsh buntu, dan aku ngga punya inisiatif untuk nanya sama temanku. Aku memilih minuman random. Tau ngga aku bawa apa? Yaps, aku bawa "Mi Zone"👍🏻.

Esoknya, aku diketawain sama teman-temanku. Bisa-bisanya bawa Mi Zone, mereka nunjukin minuman yang dimaksud kakak osis yaitu minuman "seventeen". Nih aku sertain gambarnya,

Gambar minuman seventeen.

Saat itu, aku baru tahu kalo ada minuman dengan nama "seventeen". Saat kakak osis (kita sebut di Mahesa aja ya) keliling untuk mengumpulkan makanan dan minuman yang disuruh, aku berdoa dalam hati supaya ngga dihukum.

Tiba giliranku, kak Mahesa bingung pas lihat aku ngeluarin Mi Zone. 

"Kok Mi Zone?"

"Iya kak, maaf. Aku ngga tahu minuman sekolah kita itu apa, jadi aku bawa Mi Zone."

"Yaudah, gapapa. Tapi, besok bawa minuman yang benarnya yaa, udah tahu kan yang mana?"

"Udah, kak. Makasih yaa kak."

Setelah itu, aku mengucap syukur dalam hati karena ngga dihukum. Terima kasih loh kak Mahesa. 

•••

Hari kedua ospek, aku salah bawa permen cha cha. Aku bawa yang warna bungkusnya cokelat, disaat yang lain bawa yang warna bungkusnya kuning. Salah siapa yang ngga ngasih tahu detail warna yang harus dibawa. Kakak osisnya tuh ngga ada nyebutin bungkusnya kuning. Jadi ya aku bawanya cokelat!

Tiba-tiba ada kakak osis (kita sebut dia Sena) masuk marah-marah perkara bungkus cha cha yang cokelat. Dia nanya siapa yang bawa, tapi ngga ada yang ngaku. Aku ngga mau ngaku, takut sama kakaknya soalnya dia galak. Untungnya ngga ada yang tahu kalo aku yang bawa, kak Mahesa yang ngumpulin cha cha juga ngga inget kalo aku yang bawa. Alhamdulillah, selamat.

Kak Sena akhirnya cuma ceramah, katanya ngga boleh ngulangin lagi. Lah pas nyuruh aja ngga ada tuh ngewajibin warna cokelat. Kok cokelat si! Maksudnya kuning, maaf typo guys:).

Saat memasuki materi, sambil menunggu guru yang datang. Kakak osis sibuk sendiri, peserta ospek juga sibuk sendiri. Aku iseng buka hp, buka twitter karena gabut. Aku asyik scroll timeline twitter dan membalas twittan temanku ditwitt, setelah itu aku menaruh hpku kedalam tas karena tiba-tiba lenganku disenggol oleh teman sebangkuku.

Ternyata ada kaka osis (kita sebut dia Naren) yang berdiri dibelakang bangku aku, dan dia ternyata ngeliatin aku main hp. Ngeliatin aku selama aku main twitter. 

"Kalo nanti ada guru masuk, jangan main hp ya." Kata kak Naren,

"Iya kak, maaf yaa."

Aku langsung ngga mood, tau kok aku salah. Lagian ngapain si tuh kak Naren duduk dibelakang?!

Saat menunggu jam pulang sekolah, kak Naren duduk lagi dibelakang tapi sama temennya (kita sebut dia Gema). Samar-samar aku denger obrolan mereka. Bukannya aku mau nguping yaa, tapi mereka ngomongin aku, jadi kupingku langsung peka untuk mendengar.

"Yang depan kata lu lahirnya bulan apa, Ren?"

"Satu, dua, tiga, empat,......, sebelas. Wah sama kayak gue bulannya, November." Kak Naren menghitung jumlah pita yang aku pakai,

"Lo November?"

"Iye."

Jumlah pita yang dipakai dirambut emang disuruh dipasang sesuai bulan lahir. Sebelumnya kakak osisnya nanya, jumlah pitanya mau sesuai tanggal atau bulan? Yaa yang tanggalnya puluhan atau akhir bulan pasti mintanya yang bulan dong, kalo aku yang lahirnya awal-awal bulan si maunya sesuai tanggal. 

Kasian juga si kalo harus pake pita sebanyak 20, 25, atau 30. Pasti repot pas ngiket rambutnya atau masangnya di kerudung. 

•••

Hari terakhir mos, ada tugas untuk membawa setangkai mawar dan surat cinta yang disertai dengan cap bibir untuk kakak osis yang bertugas. Kita bebas mau ngasih ke kakak osis yang mana.

Aku tuh lupa kalo disuruh bawa mawar, untung aja ada kakak kelas yang tetanggaan sama aku, ngingetin aku buat bawa setangkai mawar. Malam-malam, Papa aku temenin aku nyari tuh setangkai mawar. Untung masih ada yang jualan, kalo ngga, duh matilah aku.

Untuk isi surat cintanya, aku nyontek di google. Aku malas mikir. Aku sebenernya masih ngga tahu mau ngasih ke siapa tuh surat dan mawar. Niatnya ngikut temen aja, dia ngasihnya siapa.

Akhirnya kita ngasih ke kakak yang ngga banyak nerima bunga dan surat. Selain cepet selesai, kita ngga perlu antri buat foto. Soalnya kita diwajibin buat foto sama kakak osis yang dikasih bunga dan mawar. Nama kakaknya kita sebut kak Okan aja ya.

Akhir acara ospek, kita berbaris dilapangan kemudian melempar nametag ke atas sebagai bentuk lepasnya masa SMP dan resminya sebagai siswa SMA. Oh iya, nametagnya itu harus majang foto kita yang foto selfie dengan petugas Alfamart atau Indomaret🙃. 

Setelah itu, kita salam-salaman sama guru dan kakak osis. Kemudian pulang ke rumah. 

Oke! Sekian cerita ketika aku ospek. Tunggu cerita masa SMA aku yang lainnya yaa!! Terima kasih.

Komentar

Postingan Populer