How I Fell In Love With Him
Jadi, tulisan ini aku persembahkan untuk seseorang yang pernah membuat diriku semangat untuk menjalani hari-hari menjadi mahasiswa.
• Peta Univ
Disinilah awal aku mulai tertarik pada dia, kakak tingkat yang belum aku ketahui siapa namanya, saat itu dia sedang sibuk memotret para mahasiswa baru yang sedang mengikuti acara peta Univ atau yang biasa dikenal dengan masa ospek. Apa yaa? Entah kenapa dia dan kameranya sangat menarik perhatianku, sehingga beberapa kali aku mencuri pandang menatap kearahnya, ingin diam-diam memotret dia tapi hal itu melanggar privasi seseorang, dan aku juga takut kena marah oleh kakak tingkat yang sedang bertugas. Sampai akhirnya dia bertukar tugas dengan temannya yang membuat jarak kita sedikit lebih dekat, dan aku dapat melihat jelas bagaimana wajahnya. Jujur saja, dia tidak terlalu tampan, tapi dia cukup manis saat tersenyum. Dia juga tidak tinggi, tapi dibandingkan aku masih tinggian dia. Disini, aku juga tahu, UKM apa yang dia ikuti dilihat dari pakaian yang dia pakai. Aku tertarik untuk ikut, selain ada dia, aktivitas dari UKM tersebut merupakan salah satu hal yang ingin aku pelajari. Tapi, sayangnya aku tidak jadi daftar karena tempat latihan dan berkumpulnya yang cukup jauh dari rumahku. Akhirnya aku menyerah dan tidak berharap banyak untuk bisa bertemu dia dilain waktu.
• English Club
Tapi ternyata aku masih diberikan kesempatan untuk melihat dia, karena ternyata apa? Dia satu fakultas dengan aku, satu jurusan bahkan kita sekarang satu komunitas. Aku mengetahuinya saat sedang berkumpul komunitas english club, aku tidak sama sekali berpikir bahwa akan bertemu dia lagi disini. Bahkan aku sempat lupa kalau aku pernah tertarik dengan kakak tingkat dan kameranya. Dari sini aku jadi tahu, kalau dia mengambil peminatan iklan. Aku juga tahu nama aslinya bahkan instagramnya, tapi aku belum berani untuk mengikuti instagram dia. Aku terlalu pengecut. Walaupun kami satu komunitas, dia ternyata jarang hadir:( sehingga aku jarang bertemu dia. Pertemuan kami hanya saat sesi perkenalan, setelah itu aku tidak pernah melihatnya selama anggota english club berkumpul.
• ODDI dan Permen
Ini merupakan acara yang hampir mirip seperti pesantren kilat. Disini merupakan salah satu momen yang berkesan untuk aku, karena pertama kalinya aku bisa berbicara dengan dia. Sebelumnya, saat acara pembukaan selesai, seluruh peserta ODDI diarahkan untuk kembali ke kelas. Ketika keluar, dia memberhentikan aku dan teman-temanku. Dia bilang "bentar, foto dulu yuk buat dokumentasi", dan tiba-tiba salah satu temanku, meminta permen karena saat itu dia emang lagi ngemut permen. Tapi, sedihnya, permennya tinggal satu, sedangkan saat itu posisinya aku dan berdua dengan temanku. Sontak saja, temanku dengan cepat mengambil permen tersebut dan aku hanya bisa tersenyum sedih:'). Sebelumnya dia sempat bilang "yaah tinggal satu". Pada akhirnya, aku memilih pergi walaupun kami sempat eye contact beberapa detik.
Malam terakhir acara ODDI, cukup menyenangkan karena hiburan-hiburan yang diberikan. Aku cukup menikmati acara penutupan tersebut. Sampai ketika netraku tidak sengaja melihat dia yang sibuk memotret kegiatan acara ODDI. Mataku sesekali mengikuti arah dimana dia bergerak, hingga aku melihat dia berjalan ke arah belakang, tempat dimana aku dan teman-temanku duduk. Aku mengalihkan pandanganku karena takut dia sadar kalau aku memperhatikannya. Dia memilih duduk diseberang tempat dudukku, jarak yang tidak terlalu jauh. Dia asyik melihat hasil foto-foto yang dia abadikan dengan kameranya. Beberapa menit kemudian dia berdiri, dan tiba-tiba salah satu temanku memintanya untuk memotret kami. Dia mengiyakan.
Setelah selesai memotret, entah keberanian darimana. Aku mencoba meminta permen padanya, dan tak kusangka dia menyodorkannya padak padahal permennya tinggal satu. Tapi namanya rezeki ngga boleh ditolak yaa, jadi dengan menahan raut sangat senang, karena jaim yaa guys yaa, aku mengambil permen tersebut dan menaruhnya dikantong rok. Aku tidak berniat untuk memakannya. Aku berniat menyimpannya. Sebagai salah satu kenangan yang akan mengingatkanku bahwa aku pernah berbicara dengannya. Oh iyaa, sebelum mengambil permennya aku berterima kasih kepada dia.
Aku sempat memotret permen tersebut, tapi aku sangat amat sedih karena permennya digigit semut:( jadi permennya udah ngga utuh dan pada akhirnya aku membuang permen tersebut.
• Instagram
Aku memutuskan memberanikan meng-follow instagramnya, tapi dia tidak langsung meng-follback. Sampai, aku melihat bahwa dia mengikuti orang-orang yang aku kenal. Aku tidak berharap banyak untuk di-follback karena dia tidak tahu aku. Tapi, tapi, ternyata, beberapa bulan kemudian aku difollback guys!! Yuhuuu seneng banget.
• Pameran Ifoto
UKM yang dia ikuti membuat acara pameran foto di aula lantai 4, aku ingin melihat pameran tersebut tapi sayangnya teman-temanku ngga ada yang tertarik. Masa iya aku datang sendirian, aku mana mau:(. Tapi, untungnya ada aja temanku yang mau menemaniku untuk melihat pameran tersebut. Ternyata, pamerannya keren banget, tema dan hasil foto-fotonya juga bagus-bagus banget.
• Patah Hati
Setahun kemudian, dia mengetahui kalau dia punya pacar. Perasaanku campur aduk, sedih, senang, patah hati. Pacarnya cantik. Aku memang memilih untuk menyukai dalam diam. Aku tidak berniat untuk mengungkapkan perasaanku. Karena aku tidak memiliki niat untuk pacaran. Aku juga tidak yakin, dia memiliki perasaan yang sama denganku. Dia tidak mengenal diriku. Hanya aku yang mengetahui tentangnya, sedangkan dirinya tidak mengetahui apa-apa tentangku. Perasaanku hanya perasaan satu pihak saja. Jadi, ketika aku tahu dia punya pacar, aku sudah memperhitungkan perasaanku. Aku senang dia menemukan kebahagiannya, aku senang melihat dia bahagia dengan pacarnya, apalagi sepertinya mereka memiliki hobi memotret.
• Sidang Skripsi
Tidak lama kemudian, dia menyelesaikan skripsinya. Meskipun telat beberapa bulan dari teman-temannya, aku senang melihat dia selesai sidang. Selamat yaa, meski aku tahu kamu ngga akan baca ini. Semoga kamu sukses selalu dan bahagia selalu.
Aku tidak berharap banyak kamu bisa membaca tulisan ini, karena aku hanya ingin mengabadikan kamu dan kenanganmu yang tidak banyak lewat tulisan ini. Jika, suatu saat kamu membaca tulisan ini, aku ingin berterima kasih. Terima kasih pernah menjadi penyemangatku dalam menjalankan hari-hariku sebagai mahasiswa. Meskipun bisa dihitung jari aku melihatmu dikampus, tapi aku cukup senang. Aku minta maaf karena memilih memendam perasaanku karena aku tahu mengungkapkannya pun juga tidak ada gunanya.
Terima kasih. Semoga kamu sukses dijalanmu, begitupun aku. Sehingga mungkin, diwaktu lain kita bisa bertemu saat kita sudah menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. See u in another time.
Komentar
Posting Komentar