Batasan Yang Dibuat Oleh Orangtua
Dulu ketika SMA yang kupikirkan hanyalah untuk bersenang-senang dan menikmati masa remajaku. Banyak mimpi dan hal yang ingin kulakukan ketika SMA tetapi tidak terealisasikan dengan baik karena adanya batasan-batasan yang dibuat oleh orangtuaku dan aku terlalu nyaman dalam duniaku sehingga tidak berani meninggalkan zona nyaman yang telah dibangun orangtuaku.
Ketika duduk dibangku dasar sekolah, aku pernah mengikuti eskul tari tetapi karena pulangnya terlalu sore. Ayahku datang dan marah-marah lalu menyuruhku pulang sehingga aku harus melepaskan mimpiku untuk ikut eskul tari tradisional.
Aku marah tetapi tidak bisa melakukan apapun karena dulu aku masih anak-anak. Padahal hal tersebut merupakan salah satu kegiatan yang bisa mengasah kemampuan serta kesukaanku, tapi harus kukubur dalam mimpi.
Ketika SMP aku mengikuti eskul Paskibra, tetapi dengan alasan yang sama. Orangtuaku melarang sehingga aku harus keluar dari eskul tersebut dan tidak mengikuti eskul apapun. Sedih, tetapi daripada aku kena marah dan takut jadi aku mundur.
Sejak saat itu aku hanya fokus di akademik, mengejar nilai tinggi demi kebahagiaan sendiri. Padahal aku tidak pintar, aku bukan murid cerdas yang mengagungkan nilai tinggi. Tetapi keadaan menuntutku untuk menjadi pintar.
Dan mendapat nilai tertinggi ke-3 dalam nilau Ujian Nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan suatu hal yang membuatku kaget serta heran ketika namaku dipanggil untuk naik ke panggung. Aku tidak menduganya sehingga harus disadarkan dulu oleh teman-temanku agar cepat naik ke atas panggung.
Saat SMA juga aku masuk ke dalam dunia teater tetapi harus berhenti ditengah jalan karena selalu pulang setelah maghrib, orangtuaku marah. Aku bingung kenapa mereka selalu marah ketika aku sedang membangun jati diri dan ingin melakukan hal baru dalam hidupku. Tapi, aku mundur lagi. I give up.
Mungkin hal itu merupakan kekhawatiran mereka terhadap aku, apalagi aku adalah seorang anak tunggal perempuan sehingga hidupku terkekang oleh batasan-batasan yang dibuat oleh mereka.
Aku bersyukur setidaknya ketika kuliah mereka membebaskan aku untuk ikut komunitas sehingga aku bisa mengasah kemampuanku.
Komentar
Posting Komentar