tak ada tempat untuk berbagi


aku benci situasi saat ini, aku benci ketika aku harus terlihat seolah tak terjadi apa-apa.

dipaksa dewasa ketika belum cukup usia itu sungguh berat, tapi juga menguntungkan.

karena hal tersebut membuatku terbiasa untuk bersikap ketika mereka bertengkar,

tepatnya ketika aku bahkan tidak tahu penyebabnya apa? tau-tau mereka sudah saling mendiamkan satu sama lain,

ngga sekali dua kali hal ini terjadi, sering, tiap tahun mungkin, dan itu tuh berlangsung lama,

kadang aku bingung sendiri ingin bercerita tapi tak punya tempat untuk bercerita,

teman? aku punya, tapi sulit untuk terbuka dengan mereka. entah, aku juga tak tahu, kenapa sangat sulit untuk berbagi cerita,

mungkin karena sedari kecil aku sendiri, terbiasa memendam sendiri, terbiasa bercerita sendiri, terbiasa menyemangati diri sendiri.

lambat laun aku sadar, dampak yang aku dapatkan benar-benar besar.

kejadian yang masih sangat kuingat walau aku tahu saat itu umurku bahkan belum melewati 10 tahun, benar-benar membuatku menjadi tertutup,

aku kira aku sudah bisa terbuka dengan siapapun tapi pada nyatanya masih sulit,

terlebih hal yang aku rasakan sangatlah berat. 

satu doaku, satu pintaku, kuharap mereka cepat saling berbicara.

setidaknya mereka tidak bertengkar didepanku, seperti dulu.

mereka tidak tahu dampak yang aku rasakan, mereka tidak tahu bagaimana perasaanku, mereka tidak tahu. 

menangis dalam diam adalah pilihanku ketika tidak ada tempat untuk berbagi.

Komentar

Postingan Populer