Terhalang Jarak Tak Membuat Kita Jauh



            Saat langit masih gelap gulita, Ibuku sudah bangun untuk menyiapkan makanan. Walaupun pada kenyataanya tak akan ada yang hadir karena keadaan Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. Biasanya sebelum pukul 6 pagi, keluargaku akan pergi ke masjid Istiqlal untuk sekedar melaksanakan shalat Ied. Tapi tahun ini kami melaksanakan shalat Ied di rumah dan tak meninggalkan rumah untuk sekedar bersilaturahmi dengan sanak saudara yang tempat tinggalnya cukup jauh.
            Menatap makanan yang dihidangkan oleh Ibu dengan tatapan sedih karena rumah tak akan seramai lebaran tahun kemarin, tak ada suara tangis bayi, tak ada suara Ibu-Ibu yang mengobrol dengan asyik, tak ada suara anak-anak yang berlarian untuk mendapatkan uang THR (Tunjangan Hari Raya). Kini semua itu tak kami rasakan lebaran tahun ini, yang ada hanyalah suara takbir yang berkumandang menemani suasana hari raya.
            Meskipun begitu, tak membuat keluarga kami larut dalam kesedihan. Didukung dengan teknologi yang canggih, membuat kami dapat bersilaturahmi dengan orang-orang terdekat. Melakukan panggilan video yang membuat kami dapat melihat wajah-wajah yang rasanya sudah lama sekali tak bertemu. Bibir tersenyum senang walau mata memancarkan kesedihan yang begitu dalam karena tak dapat bertatap muka langsung.
Melalui video call, kami berbagi rindu disertai dengan canda tawa. Saling mendoakan untuk selalu sehat dan bahagia. Berharap pandemi ini segera berakhir, dan semua orang dapat tersenyum menatap dunia dengan senyum bahagia.

Komentar

Postingan Populer