papa yang suka marah.
kalian kalau punya papa yang suka marah-marah gimana?
sedih? kesal? nggak suka? atau apa?
kalau aku sih, campur aduk, disatu sisi sebel sama papa karena sedikit-sedikit marah, sedih juga kalau udah keluar kata-kata yang membuat hati sakit, marah karena nggak suka kalau papa berantem sama mama.
kadang mikir, apa aku nggak becus ya jadi anak?
pernah sekali, papa main tangan. ya aku tahu, salah aku juga yang keras kepala, tapi nggak nyangka aja bakal separah itu main tangannya.
disitu aku pernah punya rencana untuk pergi dari rumah, tapi rencana adalah rencana, nyatanya aku nggak pergi.
tapi, aku tinggal dirumah tanteku selama seminggu karena takut pulang.
ibuku sempat beberapa kali menelpon, bertanya kapan aku pulang, yang aku jawab "besok." Tapi nyatanya aku tidak pulang.
sampai seminggu kemudian, mereka datang menjemputku. Sebetulnya aku kaget saat pulang sekolah melihat mereka sudah ada dirumah tanteku, padahal sebenarnya aku belum mau pulang.
oh iya, tante aku nggak tahu, kalau aku sama orangtuaku bertengkar. Jadi, sebaik mungkin aku berakting tidak terjadi apa-apa.
papaku juga begitu, seola-olah tidak terjadi apa-apa. dia memang begitu.
sejujurnya aku sedikit ada trauma, masih mengingat jelas bagaimana papaku menendang aku. tapi, sebisa mungkin aku melupakan hal itu.
dan setiap tahun sepertinya, aku selalu bertengkar dengan papaku.
masalah sedikit muncul pasti papa langsung marah-marah, entah sama aku atau sama ibuku.
kadang aku berpikir, "kok mama betah sama papa yang suka marah-marah terus." ingin bertanya, tapi takut.
dan saat ini terjadi lagi, tiba-tiba saja papa marah-marah, dan aku nggak tahu sebabnya apa? dan aku memilih diam, toh nanti baik lagi.
sebenarnya aku nggak tahu ini baik untuk aku apa nggak, soalnya pasti aku selalu mengingat kejadian masa lalu yang terjadi pada aku dan mamaku. bahkan sampai saat ini aku masih ingat kejadian saat aku masih kelas 1 sd, dimana papa menjadi orang yang tidak kukenal bahkan papa bilang bahwa ingin berpisah dengan mama.
saat itu aku merasa sangat sedih, dan mulai membayangkan hidup tanpa seorang papa.
untuk papa, tolong jangan marah-marah terus, aku takut psikis aku makin terganggu, aku takut jiwaku juga terganggu karena tidak kuat dengan papa.
aku berharap suatu saat nanti papa bisa baca tulisan aku ini.
untuk kalian yang baca tulisan aku, tolong kasih aku saran. terimakasih.
sedih? kesal? nggak suka? atau apa?
kalau aku sih, campur aduk, disatu sisi sebel sama papa karena sedikit-sedikit marah, sedih juga kalau udah keluar kata-kata yang membuat hati sakit, marah karena nggak suka kalau papa berantem sama mama.
kadang mikir, apa aku nggak becus ya jadi anak?
pernah sekali, papa main tangan. ya aku tahu, salah aku juga yang keras kepala, tapi nggak nyangka aja bakal separah itu main tangannya.
disitu aku pernah punya rencana untuk pergi dari rumah, tapi rencana adalah rencana, nyatanya aku nggak pergi.
tapi, aku tinggal dirumah tanteku selama seminggu karena takut pulang.
ibuku sempat beberapa kali menelpon, bertanya kapan aku pulang, yang aku jawab "besok." Tapi nyatanya aku tidak pulang.
sampai seminggu kemudian, mereka datang menjemputku. Sebetulnya aku kaget saat pulang sekolah melihat mereka sudah ada dirumah tanteku, padahal sebenarnya aku belum mau pulang.
oh iya, tante aku nggak tahu, kalau aku sama orangtuaku bertengkar. Jadi, sebaik mungkin aku berakting tidak terjadi apa-apa.
papaku juga begitu, seola-olah tidak terjadi apa-apa. dia memang begitu.
sejujurnya aku sedikit ada trauma, masih mengingat jelas bagaimana papaku menendang aku. tapi, sebisa mungkin aku melupakan hal itu.
dan setiap tahun sepertinya, aku selalu bertengkar dengan papaku.
masalah sedikit muncul pasti papa langsung marah-marah, entah sama aku atau sama ibuku.
kadang aku berpikir, "kok mama betah sama papa yang suka marah-marah terus." ingin bertanya, tapi takut.
dan saat ini terjadi lagi, tiba-tiba saja papa marah-marah, dan aku nggak tahu sebabnya apa? dan aku memilih diam, toh nanti baik lagi.
sebenarnya aku nggak tahu ini baik untuk aku apa nggak, soalnya pasti aku selalu mengingat kejadian masa lalu yang terjadi pada aku dan mamaku. bahkan sampai saat ini aku masih ingat kejadian saat aku masih kelas 1 sd, dimana papa menjadi orang yang tidak kukenal bahkan papa bilang bahwa ingin berpisah dengan mama.
saat itu aku merasa sangat sedih, dan mulai membayangkan hidup tanpa seorang papa.
untuk papa, tolong jangan marah-marah terus, aku takut psikis aku makin terganggu, aku takut jiwaku juga terganggu karena tidak kuat dengan papa.
aku berharap suatu saat nanti papa bisa baca tulisan aku ini.
untuk kalian yang baca tulisan aku, tolong kasih aku saran. terimakasih.
Komentar
Posting Komentar