broken
Aku menulis ini bukan karena mencari perhatian,
aku hanya tidak tahu harus bercerita dengan siapa. Lelah, iya aku lelah dan
capek menyimpan beban pikiran ini sendiri. Saat ini, orangtuaku sedang
bertengkar, yang kesekian kalinya. Iya aku tahu kok, setiap rumah tangga itu
pasti tidak selalu bahagia, tapi aku hanya nggak sanggup aja melihat situasi
seperti ini berkali-kali.
Ibuku mengeluh karena ayahku bermain judi lagi,
setelah sekian lama tidak berjudi. Sama, aku juga mengeluh dan tidak suka saat
ayah bermain judi. Ingin menegurnya, tapi pasti aku yang kena marah.
Aku jadi bingung. Merasa tak berguna menjadi anak,
karena tidak bisa berbuat apa-apa saat keadaan rumah sedang tidak baik-baik
saja.
Dan aku capek, saat harus terlihat baik-baik saja
didepan teman-temanku. Namun, nyatanya aku sedang tidak baik-baik saja. Ingin bercerita
dengan mereka, tapi rasanya percuma. Yang kudapat paling hanya kalimat-kalimat
penghibur, dan itu tidak cukup. Rasanya sama saja.
“Apa yang harus aku lakukan?”
Pertanyaan tersebut akhir-akhir ini sering kali
terngiang dipikiranku.
Tuhan, tolong beri aku petunjuk. Sungguh aku
benar-benar tidak kuat diposisi seperti ini. Aku lelah, aku capek harus
bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi. Aku sedih saat melihat orangtuaku
tidak berbicara satu sama lain.
Benar ya kata orang, saat orangtua kita
bertengkar. Kita sebagai anak hanya bisa diam tanpa bertindak. Semua kata-kata
yang ingin diucapkan tertahan didalam pikiran, tanpa berani mengeluarkannya. Dan
itu menjadi boomerang untuk kita sendiri. Efeknya akan kita dapatkan sendiri.
Sedih, stress, pusing, entah harus bagaimana cara
mengekspresikan perasaan yang kita dapatkan saat melihat orangtua bertengkar. Semuanya
campur aduk.
Komentar
Posting Komentar